Mukena Anak Polos Hyget Super Mukena Dewasa Polos Hyget Super Sabun Lumpur Amoorea Sarang Semut Papua Jelly Gamat Gold - G Xamthone ACEMAXS VCO - Virgin Coconut Oil Algae Kristal Jepang

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen


Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen - Menjadi konsumen cerdas saat ini memang saat penting, serta mengetahui akan pemahaman perlindungan konsumen terlebih dengan maraknya penjualan atau bisnis online yang saat ini masih banyak oknum cerdas penipuan yang melakukan penjualan dengan cara online tersebutTidak menutup kemungkinan yang terjadi bukannya hanya ada didalam bisnis online sajaPembeli Penipu, Jarang sekali ada penjual yang mengeluhkan pembeli penipu. Namun memang harus kita sadari, bahwa pembeli penipu itu ada. Jumlahnya pun, mungkin tidak kalah banyak dibanding penjual penipu. Pembeli penipu ini, biasanya akan mengulur-ulur waktu ketika diminta untuk mentransfer uang. Nah, konyolnya, terkadang pembeli penipu sering terjebak oleh alasannya sendiri.

Apa Pentingnya menjadi Konsumen Cerdas. Ya sudah sepantasnya kita mampu menjadi konsumen yang cerdas, terlebih apabila kita termasuk salah satu kategori sebagai orang-orang konsumtif, yang membeli barang maupun jasa tanpa melihat dan mempertimbangkan unsur-unsur terpenting yang menjadi hak setiap konsumen
konsumen cerdas paham perlindungan konsumen

Apa yang perlu kita ingat sebagai konsumen cerdas, INGAT akan "Paham Perlindungan Konsumen".  Perlindungan konsumen adalah perangkat hukum yang diciptakan untuk dapat melindungi serta terpenuhinya hak konsumen. Sebagai salah satu contoh, para penjual diwajibkan menunjukkan tanda harga sebagai tanda pemberitahuan kepada konsumen, serta hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut Seperti yang diutarakan oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Bahwa penjual dan pembeli dalam hal ini konsumen mempunyai ikatan hubungan yang erat dalam proses jual beli.  Jual Beli adalah suatu perjanjian tukar menukar benda atau barang yang mempunyai nilai secara ridha diantara kedua belah pihak yang telah mencapai kesepakatan jual beli tersebut. Seperti firman Allah SWT " Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka (kerelaan) di antara kamu. (QS. An-Nisa’ [4]: 29).

 Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

jual beli seperti dalam surah An Nawawi dalam al Majmu’ 9/181 mengatakan, “Andai ada dua orang yang saling berteriak dari kejauhan maka jual beli sah tanpa ada perselisihan” transaksi via suara (telepon/handphone). adapun syarat jual-beli yang terpenting adalah orang yang berakad dan berakal sehat, barang yang diperjual belikan ada manfaatnya, barang yang perjual belikan ada pemiliknya, dalam transaksi jual beli tidak terjadi manipulasi atau penipuan.
Pada tahun 2008, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan/menerbitkan Undang-Undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam UU ITE ini telah diatur mengenai transaksi elektronik dimana salah satunya adalah kegiatan mengenai online shop. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai upaya UU ITE ini dalam memberikan perlindungan terhadap konsumen ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan transaksi elektronik.
Dalam pasal 1 ayat 2 UU ITE ini yang dimaksud dengan transaksi elektronik adalah “perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya”
Apa tujuan dari Perlindungan Konsumen yang diterapkan serta diharapkan oleh pemerintah ; meningkatkan kesadaran, kemampuan serta kemandirian konsumen untuk melindungi diri dari kerugian, Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan jasa maupun barang, serta menuntut hak-haknya sebagai konsumen, menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi, menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur serta bertanggung jawab.


Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Di saat musim buah-buahan tiba, seringkali kita merasa bingung bagaimana cara memilih buah yang enak dan segar alami ? Mengkonsumsi banyak buah dan sayur-mayur organik sangat dianjurkan sebagai salah satu sumber vitamin terbesar yang diperlukan oleh tubuh. Mengkonsumsi secara tepat dan aman merupakan modal dasar bagi kesehatan dalam menjalankan aktivitas keseharian. Saat ini sudah banyak supermarket-supermarket yang menjual buah-buahan segar. Jika kita ingin membeli buah tapi tak sempat ke pasar tradisional, supermarket menjadi pilihan. Berbeda dengan pasar tradisional, membeli buah di supermarket perlu kejelian tinggi. Kenapa? Supermarket relatif tidak memiliki petugas yang mengerti dan menguasai buah-buahan secara teknis. Umumnya tugas mereka sebatas mendisplay buah-buahan, menimbang, atau mengantar belanjaan anda ke mobil. Meski ada, akan tetapi jarang ada petugas counter yang tahu seluk beluk memilih buah. Sementara  di pasar tradisional, pembeli bisa langsung menanyakan kepada pembeli bagaimana ciri-ciri buah yang masak. Persoalan kedua, buah-buahan di Supermarket biasanya buah yang setengah matang ketika tiba di supermarket. Artinya buah tersebut belum matang ketika dipetik, melainkan matang karena proses diluar pohon. Banyak supermarket yang menjual buah yang masih hijau dan belum matang. Itu bisa terjadi karena supermarket menstok buah tersebut. Berbeda dengan buah yang dijual di pasar tradisonal. Para pedagang umumnya langsung menjual begitu matang di pohon. Namun bagaimana jika buah atau sayuran yang dijual dijual di supermarket dan di pasar tradisional ternyata mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh kita? Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan kita.
Ini artinya,  semua masyarakat selaku konsumen harus bisa menjadi konsumen yang cerdas, teliti, dan cermat dalam memilih barang-barang yang akan dikonsumsi. Selain itu, setiap orang juga harus mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen yang baik.  Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tak pernah berhenti untuk meningkatkan pengawasan barang yang beredar terhadap produk non-pangan maupun pangan. Selain untuk melindungi konsumen, pengawasan secara berkesinambungan akan menciptakan iklim usaha yang sehat di Tanah Air.  Seperti yang diutarakan oleh Wamendag "Pengawasan tersebut juga dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi dan penggunaan produk dalam negeri serta mencegah distorsi pasar dari peredaran produk impor yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Seperti gambar yang ada disamping " timbang kembali belanjaan anda DISINI".  Banyak penjual/pedagang berlaku tidak jujur dalam melakukan penimbangan barang dagangannya, Ini adalah bentuk dari kecurangan yang sudah dianggap biasa. Anehnya para pembeli yang sudah tahu bahwa dicurangi penjual tetap mau saja membeli.  Seorang pedagang haruslah wajib berlaku jujur dalam melakukan usaha jual-beli. Jujur dalam arti luas. Tidak berbohong (mengurangi apa yang sudah menjadi kesepakatan jual-beli), tidak menipu, serta tidak pernah ingkar janji dan lain sebagainya. Mengapa harus jujur? Karena berbagai tindakan tidak jujur selain merupakan perbuatan yang tercela dan jelas-jelas berdosa, jika biasa dilakukan dalam berdagang juga akan mewarnai dan berpengaruh negatif kepada kehidupan pribadi dan keluarga pedagang itu sendiri. Bahkan lebih jauh lagi, sikap dan tindakan yang seperti itu akan mewarnai dan mempengaruhi kehidupan bermasyarakat.
Untuk menjadi seorang konsumen cerdas tidaklah terlalu rumit. Beberapa kiat yang selalu disampaikan maupun disosialisasi oleh Kementerian Perdagangan di bawah ini setidaknya bisa menjadi pegangan setiap konsumen. Untuk dapat menjadi konsumen cerdas, yaitu sebagai konsumen harus dapat menegakkan hak-hak dan kewajibannya, lakukanlah hal-hal ini, yaitu teliti sebelum membeli, memperhatikan label, kartu manual garansi dan tanggal kadaluarsa, memastikan bahwa produk tersebut sesuai dengan standar mutu K3L, serta membeli barang sesuai dengan kebutuhan dan bukan keinginan.


Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Sertifikasi produk tanda SNI adalah salah satu bentuk kegiatan oleh pihak ketiga yang independen dalam memberikan jaminan tertulis, yang menyatakan bahwa suatu produk telah memenuhi kriteria persyaratan Standar Nasional Indonesia yang disingkat SNI. Tanda ini dibubuhkan pada barang, kemasan barang dan atau label. Lalu, apa sebenarnya manfaat pembubuhan tanda SNI pada produk ini? Pembubuhan tanda SNI pada sebuah produk yang memberikan manfaat bukan hanya bagi produsen saja, akan tetapi juga bagi konsumen.  Untuk memperoleh sertifikat tanda Standar Nasional Indonesia atau SNI, seorang produsen barang harus melalui suatu proses sertifikasi yang dilakukan oleh Lembaga sertifikasi Produk (LSPro) yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi nasional (KAN) sesuai dengan ruang lingkupnya. Saat ini saja masih banyak barang maupun jasa yang beredar dimasyarakat yang menyalahi aturan pemerintah.  
Sebagai konsumen kita juga harus tahu, bahwa konsumen mempunyai hak dan kewajiban yang dilindungi oleh Undang-undang dan mengetahui akses ke lembaga perlindungan konsumen untuk memperjuangkan hak-haknya. Dengan pengetahuan ini maka tingkat kesadaran masyarakat dalam melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya bisa menjadi lebih tinggi.

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa pemerintah telah membuat regulasi atau payung hukum untuk melindungi konsumen, dan secara rutin pemerintah juga melakukan pengawasan. Namun tanpa dukungan nyata dari konsumen, payung hukum yang telah ditetapkan pemerintak tidaklah akan berjalan efektif.
Karena itu, sejalan dengan upaya tersebut, maka tak kalah pentingnya adalah partisipasi aktif konsumen untuk bersikap kritis dan membantu Pemerintah dalam melakukan pengawasan.

Nah balik lagi ke bisnis online yang kian hari makin marak, Usaha bisnis online di internet tidaklah serumit yang dipikirkan akan tetapi juga tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Bila kita membicarakan mengenai usaha ataupun jual-beli online internet mungkin kita akan banyak mendapat berbagai macam cerita dari para pelaku bisnis online yang sukses, bahkan ada pula cerita dari orang yang mengalami kegagalan dikarenakan masih ada oknum cerdas, pintar menipu dan tidak bertanggung jawab. Meneliti sebelum membeli mungkin itu kata sangat bagus untuk Konsumen Cerdas, atau juga meneliti sebelum menjual itu juga kata yang sangat tepat untuk Penjual Cerdas, karena bukan hanya pihak penjual saja yang bisa menipu, dari pihak konsumen pun dapat menipu dengan dalih barang minta dikirim dahulu setelah sampai baru di bayar, atau memberikan bukti transfer hasil screen shot dari pihak penjual pun tidak memeriksa kembali pembayaran tersebut. Hal tersebut juga bisa terjadi bukan hanya di bisnis online saja akan tetapi seringkali terjadi di bisnis offline yang mengecewakan konsumen, seperti ; Harga yang tertera di label tempat barang tidak sesuai dengan harga yang tertera di mesin kasir, Kembalian berupa permen, pelayanan rumah makan/kafe yang tidak profesional; lama dalam penyajian, dan salah menu, pelayan yang sibuk dengan handphone di depan konsumen serta perilaku yang tidak ramah, dan banyak lagi yang sering kita hadapi.
Dari Penulisan mengenai Konsumen Cerdas, kita bisa melihat isi perundang-undangan yang telah di buat Pemerintah "UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1999
TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN"
yang mengatur Perlindungan konsumen berasaskan manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan dan keselamatan konsumen, serta kepastian hukum.

Tujuan Perlindungan Konsumen :
a. meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri;
b. mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses
negatif pemakaian barang dan/atau jasa;
c. meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut
hak-haknya sebagai konsumen;
d. menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum
dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi;
e. menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen
sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha;
f. meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha
produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan konsumen.

Dalam Pasal 6  Pelaku usaha juga mempunyai perlindungan yang tertera dalam undang-undang tersebut :
a. hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi
dan nilai tukar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;
b. hak untuk mendapat perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak
baik;

Download File <UU-8-1999PerlindunganKonsumen.pdf>

Dari isi artikel diatas kita, dapat pemahaman yang sangatlah penting akan Paham Perlindungan Konsumen untuk menjadi seorang Konsumen Cerdas dalam memilih mana yang harus jadi tujuan kepentingan. Sebagai konsumen cerdas kita bisa menggunakan hak perlindungan konsumen yang telah diberikan oleh pemerintah terkait. Dengan menjadi seorang Konsumen yang Cerdas kita dapat melindungi dari akibat-akibat yang merugikan. 
Ya..bekerja memang harus memiliki sifat yang profesional, wajib senyum serta dapat menahan gejolak emosi ketika menghadapi konsumen/pelanggan, tapi sebagai konsumen/pelanggan yg baik kita pun sebaiknya memaklumi apabila hal tersebut terjadi. Tentunya dengan syarat bahwa pelayanan yang diberikan tetap pada koridor dan ketentuan yang berlaku. Yuk mari, jadi produsen maupun konsumen yang cerdas serta bijak. Jadi produsen maupun konsumen cerdas yang bisa saling mengerti, saling membantu terpenuhinya kebutuhan yang kita inginkan. Dan jangan lupa...hargai setiap apa yang telah  dilakukan. Selamat menjadi Konsumen Cerdas.

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Lomba Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Dengan diselenggarakan Lomba SEO tahun 2013 ini dengan tema " Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen " ini kita diharapkan menjadi lebih selektif dalam memilih, menentukan tempat dimana kita bertransaksi dengan aman, nyaman, serta harus memahami mengenai Perlindungan Konsumen yang telah dibuat untuk melindungi hak-hak konsumen, sehingga konsumen menjadi lebih cerdas serta merasa terlindungi oleh peraturan pemerintah.  Karena tanpa bantuan dari pihak konsumen, hak-hak perlindungan yang telah diterapkan pemerintah terkait, itupun tidak akan bisa berjalan dengan sempurna. "Jooss Gandos, Mari Membangun Bisnis Online dengan jujur tanpa tipu daya, serta suka sama suka tanpa ada DUSTA diantara Kita" http:///ditjenspk.kemendag.go.id/ 
"Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen
Qoryabusana | Maidaniipancakedurian.com Distributor Resmi Pancake Durian, Oleh Oleh Khas Medan